Pasti telinga kita tidak asing lagi mendengar istilah “free-seks” yang identik dengan dunia remaja. Trend seks pranikah ini seakan-akan menjadi hal yang lazim bagi gaya hidup remaja masa kini. Apalagi hal ini seperti sudah menjadi budaya yang melegalkan perilaku seks pranikah. Dalam kondisi aktif dan labil, dalam pencarian jati diri para remaja memang sangat rawan terjerumus kedalam dunia seks pranikah. Semua itu tidak hanya isapan jempol semata karena fakta yang ada membuktikan semua hal itu benar adanya.

Dalam masalah ini, ada beberapa hal yang perlu disikapi bersama. Pendidikan normatif, budi pekerti dan agama memang sangat perlu agar bisa mencegah berbuat yang bertentangan dengan norma umum. Namun yang terpenting dari semua itu adalah pentingnya pendidikan seks itu sendiri. Supaya remaja punya pemahaman akan risiko tindakan yang dilakukan dan membawa remaja menjadi remaja bertanggung jawab dan ini tugas kita bersama. Paling tidak dalam kasus ini remaja dapat menunda hubungan seks atau pacaran secara sehat tapi buat yang terlanjur gonta-ganti mereka bisa melindungi dirinya dari kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, HIV/AIDS dan penyakit menular yang berbahaya lainnya.

Kategori:Umum Tag:, ,
  1. kidi89
    Maret 22, 2010 pukul 10:31 am

    astajim

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: